Viral ‘dewa Kipas’ Pemain Catur On-line Indonesia Dituduh Curang Oleh Master Gothamchess Dan Di

Viral ‘dewa Kipas’ Pemain Catur On-line Indonesia Dituduh Curang Oleh Master Gothamchess Dan Di

Diketahui ia pernah bergabung dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia . “ Di tiap pertandingan ia selalu mencatat semua langkah yang dibuat ke dalam buku notasi catur dan mengingatnya untuk dipakai di pertandingan lainnya,” ucap Ali. Menurtu keterangan Ali, ELO ranking 2.311 yang didapatkan Dadang merupakan murni dari hasil kerja cerdasnya memainkan catur di chess.com. Sebanyak 332 turnamen sudah ia lalui sejak bergabung primary catur on-line sejak 12 Februari 2021. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pensiun setelah pindah ke Jakarta pada 2011 silam.

Dia mengalahkan gothamchess dalam duel catur online, tapi dianggap melakukan pelanggaran. Pertandingan persahabatan catur antara Dewa Kipas alias pak Dadang dengan Grand Master Irene akhirnya dimulai. Pertandingan tersebut disiarkan langsung di channel Youtube Deddy Corbuzier.

Dadang sendiri mengakui waktu yang terbataslah yang membuatnya tak bisa berbuat banyak. “Saya biasa bermain dalam waktu panjang dan tidak biasa waktunya dibatasi, sehingga saya banyak membuat blunder” ungkap Dadang. Babak keempat tak jadi digelar karena Dadang Subur sudah dinyatakan kalah dan tertinggal jauh. Menurut Sutanto Megaranto, Irene Sukandar pada pertengahan pertandingan berhasil mendominasi pertandingan karena sudah terbuka dan unggul perwira. “Dadang Subur melakukan blunder pada pertandingan itu,” kata Susanto Megaranto. Pada babak pertama, Irene Sukandar mendapatkan bidak putih sehingga berjalan duluan dengan memindahkan pion ke-E4.

Saat pertandingan berlangsung, Irene meraih keunggulan three-zero dengan rincian dua kali menggunakan bidak putih dan sekali bidak hitam. Pertandingan ini lalu digelar dengan menggunakan format empat babak dalam podcast Deddy Corbuzier lewat kanal Youtube, Senin (22/3/2021). Dewa Kipas akhirnya menantang Irene Sukandar untuk menyelesaikan tuduhan tersebut di atas papan catur. Hal ini disebabkan dugaan kecurangan yang dilakukan Dewa Kipas saat bermain di aplikasi chess.com.

“Meski saya masih mendapatkan ancaman hingga sekarang, saya harap kita semua bisa move on dari ‘drama’ ini. Saya juga akan membuka kanal YouTube saya ke warganet Indonesia dalam beberapa waktu dekat,” ungkap Levy. Di sport ketiga, Levy memuji langkah awal yang dilakukan oleh Dewa Kipas. Hanya saja, pola permainan dan posisi pion di tengah permainan membuat langkah Pak Dadang di ronde ini sangat terbatas. “Seperti melihat petinju berpengalaman melawan petinju amatir, ketika petinju amatir melayangkan pukulan, maka petinju profesional akan menghindar dan lantas melayangkan serangan balik,” imbuh Levy. Namun, ada satu blunder yang membuat pola permainannya berantakan.

“Ngeliat postingan om @mastercorbuzier Senin besok akan ada stay pertandingan catur yang mempertemukan Pak Dadang ( #DewaKipas ) dan @irene_sukandar . Total hadiah a hundred and fifty Juta, yang menang dapat, yang kalah juga dapet,” tulisnya dikutip Senin, 22 Maret 2021. Setelah kalah dalam tiga ronde sekaligus, pecatur asal Bandung tersebut memutuskan untuk menyerah dan tidak melanjutkan pertandingan di babak keempat. Meski sedikit kecewa, Dewa Kipas tetap menerima hasil akhir pertandingan dengan lapang dada. Pada laga tersebut, WGM Irene Kharisma Sukandar berhasil meraih kemenangan telak atas Dewa Kipas alias Dadang Subur dalam pertarungan catur yang berlangsung Senin 22 Maret 2021 sore WIB.

Dewa Kipas menarik perhatian warganet Indonesia, usai akun tersebut ditutup chess.com. Namun, keputusan pengelola chess.com menutup akun Dewa Kipas yang diklaim milik pegiat catur Indonesia, Dadang Subur, memantik polemik. Di awal pertandingan, GM Irene yang memegang buah hitam sempat ketinggalan waktu. Namun di pertengahan laga, Dewa Kipas kembali kehilangan bidak gaja. “Tentu saja saya akan menyemangati alumni @websteru @irene_sukandar! Go Irene!” tulis juara catur dunia Susan Polgar yang berkewarganegaraan Amerika Serikat dan Hongaria.

Komentar dari pria yang memiliki nama asli Levy Rozman tersebut tertuang dalam sebuah video berdurasi 18 menit yang diunggah baru-baru ini di kanal GothamChess di YouTube. “ Tidak ada rencana untuk mengembalikan akun yang terblokir, biarlah bapak saya beristirahat dengan tenang,” ucap Ali. Terkait dengan akun Dewa_Kipas, Dadang belum memiliki rencana untuk mengembalikan akunnya yang terblokir tersebut. Tentu saja impian tersebut terpaksa harus direlakan karena akunnya sudah diblokir oleh sistem. Perihal kecurangan yang dituduhkan, Ali Akbar menjelaskan ayahnya tidak melakukan kecurangan apapun saat bermain sport PRAGMATIC SLOT.

Dari pengalaman Pak Dadang di akun Dewa Kipas, dia pintar major catur 10 menit,” kata wasit. Terdiri dari 4 babak dengan durasi 4 babak dengan durasi 10 menit. Deddy Corbuzier mengatakan bahwa Dewa Kipas tidak terbiasa primary cepat. Dewa Kipas mampu memberikan perlawanan, namun harus menyerah dalam pertandingan yang menyisakan waktu dua menit. Dadang mengaku sempat mengira bakal berhadapan dengan GM Irene dalam satu pertandingan dengan durasi yang cukup panjang.

Nama Dewa Kipas melambung karena dituding Levy Rozman melakukan kecurangan saat bermain dengannya di laman Chess.com. Rozman beralasan, kecurangan itu terlihat dari lamanya Dewa Kipas memindahkan bidak caturnya. Meski kalah telak dengan tidak unggul satu poin pun dalam tiga kali permainan, banyak netizen yang tetap mendukung Dewa Kipas. Dalam unggahannya, Indra Kesuma juga mengaku bahwa beberapa tahun lalu ia pernah bermain catur untuk mewakili sekolahnya.

Comments are closed.