Chelsie Monica Si Komentator Catur

Chelsie Monica Si Komentator Catur

Bahkan pada tahun 1843, pertandingan catur antara Howard Staunton dan Pierr St Amant memakan waktu hingga 14,5 jam. Sebagai permainan yang bisa dikatakan cukup tua, aturan permainan catur tentunya banyak mengalami perkembangan. Nama Dewa Kipas melambung karena dituding Levy Rozman melakukan kecurangan saat bermain dengannya di laman Chess.com. Rozman beralasan, kecurangan itu terlihat dari lamanya Dewa Kipas memindahkan bidak caturnya. Pertandingan catur antara Dadang Subur yang tenar dengan sebutan Dewa Kipas kontra Woman Grand Master Irene Kharisma Sukandra yang dilaksanakan pada Senin, 22 Maret 2021 menyorot perhatian netizen.

Wanita kelahiran 7 April itu juga berhasil menggondol dua medali emas untuk kategori International Chess Rapid dan International Chess Blitz. Tidak hanya itu, ia pun menerima penghargaan dari museum rekor Indonesia sebagai wanita pertama yang bergelar Grand Master di tahun 2008 dan menjadi atlet putri terbaik Indonesia. Koropak.co.id- slot online terbaik Siapa yang tidak kenal dengan Chelsie Monica, salah satu pecatur putri asal Indonesia dengan segudang prestasi internasionalnya yang membanggakan. Menariknya, GM untuk gelar umum diresmikan pertama kali berbarengan dengan IM yaitu pada tahun 1950, namun untuk WGM, pertama kali diresmikan oleh FIDE baru tahun 1976.

Pasalnya, Dadang Subur begitu menggemparkan situs catur virtual Chess.com kala membekuk akun GothamChess milik pecatur berlabel International Master , Levy Rozman. Bukan hanya itu, di tahun yang sama, Chelsie juga berhasil meraih norma WGM pertamanya di Olimpiade Catur ke-40 yang dihelat di Istanbul, Turki. Paras ayu Chelsie dan kepintarannya dalam memberikan penjelasan menjadi salah satu sorotan dalam duel itu. Kolom komentar pun dipenuhi dengan rasa penasaran akan sosok Chelsie yang ternyata juga seorang pemain catur profesional.

Sementara itu untuk lawannya yakni Dadang Subur atau Dewa Kipas diketahui viral usai mengalahkan GothamChess salah satu pecatur asal Amerika yang bergelar International Master . Padahal, dari dunia caturlah dirinya justru bisa menggapai prestasi, memperoleh penghargaan, menempuh pendidikan hingga mendapat pekerjaan. Kehidupan Irena nggak lepas dari dunia catur, bahkan pendidikan di tingkat universitas ia peroleh dari beasiswa karena prestasinya di dunia catur. Dengan grafik permainan Dewa Kipas, Irene mengatakan kalo seharusnya akun tersebut sudah menjadi juara dunia catur. Menurut Utut, Kota Solo terakhir menggelar kejuaraan catur internasional 36 tahun silam. Kini Solo dipercaya kembali menjadi tuan rumah turnamen catur internasional, yaitu JAPFA Grand Master dan Woman Grand Master Chess 2018.

Sementara itu, Irene mengakui bahwa kesuksesannya di pentas catur dunia tak terlepas dari mental yang diasah plus diuji sejak dini. Berdasarkan pemberitaan dari Harian Kompas, 7 Maret 2013, Irene sering diajak oleh ayahnya, Singgih Yehezkiel, untuk bermain catur di lapak-lapak. Hasilnya pun berbuah manis, dia meraih beragam prestasi dan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri. Begitu tekun dan giat saat berlatih, membuat Irene meraih gelar juara pertama kali ketika masih kelas IV SD. Awal mula Irene dikenalkan dengan papan catur ketika melihat sang ayah mengajari Kaisar Jenius Hakiki, kakak laki-lakinya, bermain catur.

Comments are closed.