Begini 5 Cara Mencegah Efektif Covid

Begini 5 Cara Mencegah Efektif Covid

Selain diri kamu sendiri, COVID-19 ini memang juga harus memikirkan orang lain agar mereka tak tertular. Protokol kesehatan sudah dilakukan, ke mana-mana pakai masker, berbekal hand sanitizer, social distancing, sampai belanja segala sesuatu dengan cara on-line. Tapi semua itu tak bisa menjamin kamu bisa 100% terhindari dari COVID-19.

Pemerintah tidak melakukan pengujian mendalam terhadap warga negara Indonesia yang dipulangkan dari China dengan alasan peralatan yang mahal mencapai Rp1 milyar. Pemerintah telah mengumumkan ada penduduk Indonesia yang terpapar virus Covid-19 atau populer dengan istilah Corona. Kamu harus menghindari restoran, coffee shop atau tempat nongkrong lainnya.

Dengan menghindari kontak kulit dengan orang lain, maka Anda dapat mengurangi penyebaran virus corona. Namun, penggunaan masker dapat meminimalisir penularan virus corona. Sebab, virus corona dapat menyebar melalui droplets dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lender seperti mata, mulut, dan hidung.

Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi, seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain. Tatap muka maupun berdekatan dengan kasus possible atau kasus konfirmasi dalam radius 1 m dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih, yang terjadi dua hari sebelum dan 14 hari sesudah muncul gejala dan tanpa APD. Tes ini akan mendeteksi materi genetik virus dengan tingkat keakuratan paling tinggi, yakni sebesar persen. Tidak sengaja menyentuh ludah dari pengidap infeksi corona yang membuang ludah sembarangan. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari batuk atau bersin dari penderita. Penularan Covid-19 yang utama adalah melalui percikan renik yang keluar dari saluran pernapasan manusia.

Tetap kontrol kondisi diri dengan menghubungi dokter atau tenaga kesehatan lain. Selain itu, jangan lupa untuk minum obat batuk dan menyalakan humidifier saat tidur di malam hari. Hal ini bisa membuat lendir menjadi lebih encer sehingga batuk lebih cepat sembuh. Hingga saat ini, belum ada terapi anti-virus yang terbukti efektif untuk mengatasi infeksi 2019-novel coronavirus.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB untuk menekan angka persebaran virus corona. Bila butuh informasi lengkap seputar COVID-19, baca artikel kesehatan di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa periksa kondisi pribadi dengan layanan Cek Virus Corona Online. Melalui pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah penyakit pasien disebabkan oleh virus atau sebab yang lain.

Kamu harus melakukan karantina mandiri di rumah untuk mencegah penularan virus lebih lanjut. Gunakan layanan pesan antar untuk berbelanja atau membeli keperluan sehari-hari. Namun, risiko lebih besar akan menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti anak kecil dan orang tua. Itu sebabnya, Anda disarankan untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Virus corona bisa menyebar lewat cairan yang terinfeksi dan bisa menular juga melalui batuk atau bersin. Tak cuma itu, penyebaran virus corona juga bisa dari seseorang yang bersentuhan dengan orang yang sudah terinfeksi.

Kontak erat sebelumnya lebih dikenal dengan istilah ODP atau orang dalam pemantauan. Orang-orang yang masuk dalam kelompok ini merupakan orang yang belum menunjukkan gejala sakit. Orang dengan salah satu gejala ISPA dan memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probabel Covid-19 pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Memiliki profesi yang mengharuskan Anda melakukan kontak dengan banyak orang. Contohnya, petugas kesehatan , polisi, tentara, sopir kendaraan umum, petugas bandara, kurir, pejabat publik, pengemudi ojek on-line, dan sebagainya.

Antibiotik tidak efektif melawan virus; antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif melawan COVID-19. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai upaya pencegahan atau pengobatan COVID-19. Di rumah sakit, Bandar Slot Online dokter kadang-kadang akan menggunakan antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri sekunder yang dapat menjadi komplikasi COVID-19 pada pasien yang sakit serius. Antibiotik hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Oleh karena itu, tenaga medis dan orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri . Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk menekan penyebaran virus ini. Untuk mengatasi inflasi, bank sentral dapat menerapkan kebijakan diskonto dengan cara meningkatkan nilai suku bunga.

Comments are closed.